September 08th, 2010
Selamat Datang di Website Sub Dinas Pertambangan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali
menu
peta
artikel
galeri foto
 
Setujukah anda dengan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) di Bedugul Bali ?
Sangat setuju
Setuju
Tidak Setuju
 
Total Responden: 5075
Lihat hasil polling
Dep. Pertambangan Pusat
Departemen Pekerjaan Umum
Dinas Tata Kota
Dinas Tenaga Kerja
Dinas Badan Perencanaan Daerah
Dinas Bapedal
Dinas Sosial
Dinas Pendidikan
 
Tentang Kami Pengawasan Kebijakan Litbang Diklat
Home - Artikel - KAJIAN POTENSI ENERGI PRIMER DAN

Baca Artikel

Senin, November 07th, 2005 - 01:25:48
KAJIAN POTENSI ENERGI PRIMER DAN


KAJIAN POTENSI ENERGI PRIMER DAN


DESA BELUM BERLISTRIK DI BALI


KATA PENGANTAR


Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Seminar Kelistrikan Bali Masa Depan


telah terselenggara dengan sukses pada tanggal 22 Juni 2004 di Bali Hai Room Inna


Grand Bali Beach Hotel yang dibuka oleh Wakil Gubernur Bali, Bapak Kesuma


Kelakan, ST.


Seminar sehari ini terselenggara atas kerjasama Jurusan Teknik Elektro Universitas


Udayana dengan PT. PLN (Persero) Distribusi Bali, untuk itu kami mengucapkan


terimakasih yang sebesar-besarnya. Bersama ini kami juga mengucapkan


terimakasih kepada PT. Siemens, PT. MCC Marubeni, PT. Bali Energy Ltd., serta


semua pihak yang telah membantu terselengaranya kegiatan ini.


Kegiatan seminar Kelistrikan Bali Masa Depan ini dilatar belakangi oleh keprihatinan


Bali atas makin menipisnya ketersediaan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan


listrik di Bali. Pasokan energi listrik di Bali saat ini 50% berasal dari jaringan Jawa-Bali.


Dengan perkembangan kebutuhan energi listrik di Bali saat ini serta keiinginan


sebagian masyarakat Bali akan kemandiriian Bali dalam hal kelistrikan maka perlu


dipikirkan arah pembangunan kelistrikan Bali apakah dalam pemenuhan kebutuhan


energi listrik Bali akan membangun pusat pembangkitan baru tanpa pasokan dari


Jawa, atau tetap mengandalakan pasokan dari Jawa, atau akan mengadopsi


keduanya yaitu membangun pembangkit baru dan tetap bahkan meningkatkan


pasokan dari Jawa?


Seminar dihadiri oleh lebih dari 110 orang yang terdiri dari unsur Pemerintah,


Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, pengusaha, lembaga konsumen,


penyedia tenaga listrik serta para pemerhati kelistrikan Bali yang mewakili seluruh


stake holders. Seminar ini diawali dengan Keynote Speaker dari Dirjen Listrik dan


Pemanfaatan Energi yang dibawakan oleh Direktur Energi baru terbarukan dan


konservasi energi, dilanjutkan dengan seminar yang dibagi dalam 2 sesi.


Dalam Sesi I disajikan 4 makalah, masing-masing dari Direktur Energi Badan


Perencana Pembangunan Nasional (Bapak Gumilang Hardjakoesoema), Direktur


 


Seminar Kelistrikan Bali Masa Depan Ò Inna Grand Bali Beach Hotel Ò 22 Juni 2004


iii


Transmisi dan Distribusi PT. PLN (Persero) Pusat (Bapak Bambang Hermawanto),


Kepala Sub Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Bali ( Bapak IB. Cakra), dan


pakar ekonomi Bali (Prof. Nyoman Erawan). Sesi ini dipandu oleh Bapak Ngakan


Satriya Utama,ST.,MT.


Sesi II dipandu oleh Bapak Ir. Made Amir dengan menyajikan 5 makalah yang


dibawakan oleh Bapak Bambang Isti Eddy dari Indonesia Power, Bapak Atik Suhardi


dari Bali Energy, Mr. Schoeffner dari PT. Siemens, Mr. Kusunoki Junji dari PT.


Marubeni, serta Bapak Ngurah Adnyana dari PT. PLN (Persero) Distribusi Bali.


Dari penyajian serta tanggapan peserta seminar dapat disimpulkan bahwa untuk


memenuhi kebutuhan listrik di Bali beberapa tahun kedepan diutamakan


memanfaatkan energi primer lokal, dan pembangunan pembangkit baru yang ramah


lingkungan. Namun dengan keterbatasan potensi energi primer, dan untuk


meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Bali, maka pasokan listrik dari Jawa


masih sangat diperlukan bahkan mungkin untuk ditingkatkan. Dalam pembangunan


pembangkit baru di Bali harus dikompetisikan secara bebas, tidak lagi monopoli PLN.


Sehingga pihak swasta maupun PEMDA dapat berinvestasi membangun pembangkit


baru.


Untuk mendukung pembangunan kelistrikan Bali, pemerintah daerah diperlukan


untuk menata kelembagaan yang menangani ketenagalistrikan, menyusun


peraturan daerah sector ketenagalistrikan, menyiapkan sumberdaya manusia


aparatur, membangun kondisi investasi usaha ketenagalistrikan yang kondusif serta


melakukan sosialisasi yang intensif.


Semoga rekomendasi yang dihasilkan dari Seminar Kelistrikan Bali Masa Depan ini


dapat dilaksanakan oleh seluruh stake holders ketenagalistrikan di Bali.


Terimakasih


Denpasar, 23 Juni 2004


PANITIA


Seminar Kelistrikan Bali Masa Depan Ò Inna Grand Bali Beach Hotel Ò 22 Juni 2004


1


Bab I


Pendahuluan


1.1  Umum


UNDANG UNDANG  REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2002
TENTANG KETENAGALISTRIKAN


·        BAHWA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK PERLU MEMPERHATIKAN :


·        KELESTARIAN LINGKUNGAN


·        KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI


·        KEBIJAKAN NASIONAL


·        KESELAMATAN UMUM


·        TATA RUANG


·        PEMANFAATAN BARANG DAN JASA DALAM NEGERI


·        IKLIM USAHA YANG SEHAT, KOMPETITIF, TRANSPARAN, ADIL DAN MERATA


·        MENGHASILKAN NILAI TAMBAH


·        EFISIENSI


·        SUSTAINABILITY


·        PERLINDUNGAN KPD MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH


 


STRATEGI PEMERINTAH PROPINSI BALI DALAM BIDANG KETENAGALISTRIKAN


u    Mengutamakan energi ramah lingkungan


u    Harga listrik yang berazaskan keadilan


u    Mengutamakan indigenous energy


u    Menghindari / mengurangi ketergantungan dengan propinsi lain


u    Reliable & sustainable


u    Mendorong pemanfaatan energi terbarukan


u    Usaha ketenagalistrikan yang kompetitif, sehat dan profesional.


PERMASALAHAN


u    PERMODALAN


u    TEKNOLOGI


u    PERBEDAAN PANDANGAN DAN PEMAHAMAN DI MASYARAKAT


u    LINGKUNGAN HIDUP


u    PERTUMBUHAN KEBUTUHAN LISTRIK YANG SANGAT TINGGI


u    ENERGI PRIMER YANG TERDAPAT DI BALI SANGAT TERBATAS


u    ENERGI TERBARUKAN (PLTS, PLT ANGIN, PANAS BUMI, PLTMH) BELUM POPULAR DI BALI


 


NERACA DAYA  2005 - 2014



Kapasitas Pembangkit di Bali




2. Peran minyak bumi dalam penyediaan energi nasional masih dominan sedangkan cadangannya relatif terbatas


KONDISI ENERGI SAAT INI …..(1)


 


 


 










  1970


M.Bumi: 88%


G.Bumi   : 6%


B.Bara   : 1%


T.Air       : 5%


P.Bumi   : 0%


 







   2002


M.Bumi: 54%


G.Bumi   : 23%


B.Bara   : 17%


T.Air       : 4%


P.Bumi   : 2%


 







*      Pertumbuhan Rata-rata energi primer 1970-2002 = + 10 %/year


*       Peran Minyak Bumi masih dominan


 



 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 



KONDISI SAAT INI …..(5)


5. Rasio Elektrifikasi = 52%


 


 




Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, listrik merupakan komponen yang


sangat penting di dalam pembangunan nasional baik sebagai komoditi maupun


sebagai infrastruktur. Pertumbuhan kebutuhan akan listrik saat ini tidak diimbangi


dengan pertumbuhan pembangunan pembangkit listrik yang cukup. Berbagai


masalah yang dihadapi khususnya masalah pendanaan mengakibatkan

:
:
   
suhu
 
 
Kabupaten Klungkung
Kabupaten Karangasem
Kabupaten Jembrana
Kabupaten Bangli
Kota Denpasar
Kabupaten Gianyar
Kabupaten Buleleng
Kabupaten Badung