KAJIAN POTENSI ENERGI PRIMER DAN
DESA BELUM BERLISTRIK DI BALI
KATA PENGANTAR
Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Seminar Kelistrikan Bali Masa Depan
telah terselenggara dengan sukses pada tanggal 22 Juni 2004 di Bali Hai Room Inna
Grand Bali Beach Hotel yang dibuka oleh Wakil Gubernur Bali, Bapak Kesuma
Kelakan, ST.
Seminar sehari ini terselenggara atas kerjasama Jurusan Teknik Elektro Universitas
Udayana dengan PT. PLN (Persero) Distribusi Bali, untuk itu kami mengucapkan
terimakasih yang sebesar-besarnya. Bersama ini kami juga mengucapkan
terimakasih kepada PT. Siemens, PT. MCC Marubeni, PT. Bali Energy Ltd., serta
semua pihak yang telah membantu terselengaranya kegiatan ini.
Kegiatan seminar Kelistrikan Bali Masa Depan ini dilatar belakangi oleh keprihatinan
Bali atas makin menipisnya ketersediaan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan
listrik di Bali. Pasokan energi listrik di Bali saat ini 50% berasal dari jaringan Jawa-Bali.
Dengan perkembangan kebutuhan energi listrik di Bali saat ini serta keiinginan
sebagian masyarakat Bali akan kemandiriian Bali dalam hal kelistrikan maka perlu
dipikirkan arah pembangunan kelistrikan Bali apakah dalam pemenuhan kebutuhan
energi listrik Bali akan membangun pusat pembangkitan baru tanpa pasokan dari
Jawa, atau tetap mengandalakan pasokan dari Jawa, atau akan mengadopsi
keduanya yaitu membangun pembangkit baru dan tetap bahkan meningkatkan
pasokan dari Jawa?
Seminar dihadiri oleh lebih dari 110 orang yang terdiri dari unsur Pemerintah,
Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, pengusaha, lembaga konsumen,
penyedia tenaga listrik serta para pemerhati kelistrikan Bali yang mewakili seluruh
stake holders. Seminar ini diawali dengan Keynote Speaker dari Dirjen Listrik dan
Pemanfaatan Energi yang dibawakan oleh Direktur Energi baru terbarukan dan
konservasi energi, dilanjutkan dengan seminar yang dibagi dalam 2 sesi.
Dalam Sesi I disajikan 4 makalah, masing-masing dari Direktur Energi Badan
Perencana Pembangunan Nasional (Bapak Gumilang Hardjakoesoema), Direktur
Seminar Kelistrikan Bali Masa Depan Ò Inna Grand Bali Beach Hotel Ò 22 Juni 2004
iii
Transmisi dan Distribusi PT. PLN (Persero) Pusat (Bapak Bambang Hermawanto),
Kepala Sub Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Bali ( Bapak IB. Cakra), dan
pakar ekonomi Bali (Prof. Nyoman Erawan). Sesi ini dipandu oleh Bapak Ngakan
Satriya Utama,ST.,MT.
Sesi II dipandu oleh Bapak Ir. Made Amir dengan menyajikan 5 makalah yang
dibawakan oleh Bapak Bambang Isti Eddy dari Indonesia Power, Bapak Atik Suhardi
dari Bali Energy, Mr. Schoeffner dari PT. Siemens, Mr. Kusunoki Junji dari PT.
Marubeni, serta Bapak Ngurah Adnyana dari PT. PLN (Persero) Distribusi Bali.
Dari penyajian serta tanggapan peserta seminar dapat disimpulkan bahwa untuk
memenuhi kebutuhan listrik di Bali beberapa tahun kedepan diutamakan
memanfaatkan energi primer lokal, dan pembangunan pembangkit baru yang ramah
lingkungan. Namun dengan keterbatasan potensi energi primer, dan untuk
meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Bali, maka pasokan listrik dari Jawa
masih sangat diperlukan bahkan mungkin untuk ditingkatkan. Dalam pembangunan
pembangkit baru di Bali harus dikompetisikan secara bebas, tidak lagi monopoli PLN.
Sehingga pihak swasta maupun PEMDA dapat berinvestasi membangun pembangkit
baru.
Untuk mendukung pembangunan kelistrikan Bali, pemerintah daerah diperlukan
untuk menata kelembagaan yang menangani ketenagalistrikan, menyusun
peraturan daerah sector ketenagalistrikan, menyiapkan sumberdaya manusia
aparatur, membangun kondisi investasi usaha ketenagalistrikan yang kondusif serta
melakukan sosialisasi yang intensif.
Semoga rekomendasi yang dihasilkan dari Seminar Kelistrikan Bali Masa Depan ini
dapat dilaksanakan oleh seluruh stake holders ketenagalistrikan di Bali.
Terimakasih
Denpasar, 23 Juni 2004
PANITIA
Seminar Kelistrikan Bali Masa Depan Ò Inna Grand Bali Beach Hotel Ò 22 Juni 2004
1
Bab I
Pendahuluan
1.1 Umum
UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2002
TENTANG KETENAGALISTRIKAN
· BAHWA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK PERLU MEMPERHATIKAN :
· KELESTARIAN LINGKUNGAN
· KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI
· KEBIJAKAN NASIONAL
· KESELAMATAN UMUM
· TATA RUANG
· PEMANFAATAN BARANG DAN JASA DALAM NEGERI
· IKLIM USAHA YANG SEHAT, KOMPETITIF, TRANSPARAN, ADIL DAN MERATA
· MENGHASILKAN NILAI TAMBAH
· EFISIENSI
· SUSTAINABILITY
· PERLINDUNGAN KPD MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH
STRATEGI PEMERINTAH PROPINSI BALI DALAM BIDANG KETENAGALISTRIKAN
u Mengutamakan energi ramah lingkungan
u Harga listrik yang berazaskan keadilan
u Mengutamakan indigenous energy
u Menghindari / mengurangi ketergantungan dengan propinsi lain
u Reliable & sustainable
u Mendorong pemanfaatan energi terbarukan
u Usaha ketenagalistrikan yang kompetitif, sehat dan profesional.
PERMASALAHAN
u PERMODALAN
u TEKNOLOGI
u PERBEDAAN PANDANGAN DAN PEMAHAMAN DI MASYARAKAT
u LINGKUNGAN HIDUP
u PERTUMBUHAN KEBUTUHAN LISTRIK YANG SANGAT TINGGI
u ENERGI PRIMER YANG TERDAPAT DI BALI SANGAT TERBATAS
u ENERGI TERBARUKAN (PLTS, PLT ANGIN, PANAS BUMI, PLTMH) BELUM POPULAR DI BALI
NERACA DAYA 2005 - 2014
Kapasitas Pembangkit di Bali
2. Peran minyak bumi dalam penyediaan energi nasional masih dominan sedangkan cadangannya relatif terbatas
KONDISI ENERGI SAAT INI …..(1)
1970
M.Bumi: 88%
G.Bumi : 6%
B.Bara : 1%
T.Air : 5%
P.Bumi : 0%
|
2002
M.Bumi: 54%
G.Bumi : 23%
B.Bara : 17%
T.Air : 4%
P.Bumi : 2%
|
Pertumbuhan Rata-rata energi primer 1970-2002 = + 10 %/year
Peran Minyak Bumi masih dominan
|
KONDISI SAAT INI …..(5)
5. Rasio Elektrifikasi = 52%
Sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama, listrik merupakan komponen yang
sangat penting di dalam pembangunan nasional baik sebagai komoditi maupun
sebagai infrastruktur. Pertumbuhan kebutuhan akan listrik saat ini tidak diimbangi
dengan pertumbuhan pembangunan pembangkit listrik yang cukup. Berbagai
masalah yang dihadapi khususnya masalah pendanaan mengakibatkan