 |
Kabupaten Badung |
 |
Kabupaten Badung
Kabupaten Badung terletak antara 115 0 05 00 BT - 1150 26 16 BT dan 080 14 20 LS 080 50 48 LS, dengan luas wilayah 418,52 Km2 dengan jumlah penduduk ± 329.608 jiwa yang terdiri dari penduduk perkotaan 21.346 jiwa dan penduduk pedesaan adalah 308.262 jiwa atau dengan kepadatan penduduk ± 735 jiwa / Km2, dengan batas administratif Kabupaten adalah sebelah utara Kabupaten Buleleng, sebelah timur Kabupaten Bangli, Gianyar dan Kota Denpasar, sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan sebelah barat Kabupaten Tabanan.
Kabupaten Badung mempunyai ketinggian dari 0 meter di atas muka laut yaitu sekitar Teluk Benoa sampai dengan 2.020 meter di atas muka laut yaitu di ujung utara batas kabupaten. Untuk masing-masing kecamatan yaitu Kecamatan Kuta dari 0 meter 220 meter di atas muka laut, Kecamatan Mengwi dari 12,0 meter 225 meter di atas muka laut, Kecamatan Abiansemal dari 75,0 meter 350 meter di atas muka laut, Kecamatan Petang dari 100,0 meter 2.020 meter di atas muka laut.
Bagian utara merupakan hulu dari Daerah Aliran Sungai ( DAS ) Sungai Ayung dengan bentuk topografi bergunung, lain halnya dengan daerah selatan kabupaten ini, yaitu daerah bukit kapur / gamping dengan topografi berbukit bergelombang Karst dan mempunyai curah hujan rata rata adalah 1.825 mm / th.
Geologi wilayah Kabupaten Badung sebagian besar tersusun oleh tufa dan endapan lahar gunung Buyan-Bratan dan Batur yang tersebar mulai dari desa Kuta ke Utara sampai dengan perbatasan antara Kab. Badung dengan Kab. Bangli. Batuan ini berumur Kwarter Atas, sedangkan batuan aluvium yang berumur jauh lebih muda adalah terdapat di bagian Timur kaki Pulau Bali yaitu di Daerah Nusa Dua, Benoa, Jimbaran, Tuban, Kuta dan sekitarnya.
Formasi Selatan yang terdiri dari Batu Gamping terdapat di selatan Pulau Bali yaitu daerah Semenanjung Bukit yang meliputi daerah Nusa Dua, Desa Jimbaran, Pecatu dan Ungasan. Batuan tersebut diperkirakan berumur Tersier (Miosen sampai Pliosen).
Pemanfaatan air bawah tanah melalui sumur gali maupun sumur bor untuk kepentingan industri / hotel, restauran dll, khususnya di daerah pantai seperti Kuta, Nusa Dua, Jimbaran, Canggu, Seminyak dan sekitarnya sangat intensif sekali, sehingga diperlukan data-data teknis tentang keadaan air bawah tanahnya. Pemanfaatan air tanah melalui sumur bor untuk air minum milik PDAM Badung yang terdapat di daerah utara Denpasar, seperti daerah Darmasaba, Kapal dan Senapahan yang jumlahnya melebihi dari 10 buah sumur dengan kedalaman rata-rata mencapai 150,0 meter 200,0 meter.
1. Kab. Badung
2. Kab. Gianyar
3. Kab. Bangli
4. Kab. Klungkung
5. Kab. Karangasem
6. Kab. Buleleng
7. Kab. Jembrana
8. Kab. Tabanan
9. Kota Denpasar
|
|
 |
 |
 |
|
|