 |
Kabupaten Buleleng |
 |
Kabupaten Buleleng
Kabupaten yang terluas di Pulau Bali adalah Kabupaten Buleleng, yaitu mempunyai luas 1.365,88 Km2 atau 136.588 Ha (24,25 % dari luas Pulau Bali), terletak di antara 114 0 25’ 55” BT - 1150 27’ 28” BT dan 80 03’ 40” LS - 80 23’ 00” LS .
Jumlah penduduk Kabupaten Buleleng adalah 575.038 jiwa yang terdiri dari jumlah penduduk perkotaan adalah 124.898 jiwa sedangkan jumlah penduduk perdesaan adalah 450.140 jiwa.
Kabupaten Buleleng berada di belahan utara Pulau Bali yang dibatasi oleh Kabupaten Jembrana di bagian Barat, Tabanan, Badung dan Bangli dibagian Selatan, sedangkan di sebelah Timurnya dibatasi oleh Kabupaten Karangasem dan di sebelah utaranya adalah Laut Jawa.
Sebanyak 31,56 % berada pada ketinggian antara 100 – 499 meter di atas muka laut, daerah yang mempunyai ketinggian di atas 500 meter di atas muka laut sekitar 26,36 % sisanya merupakan lahan dataran (0 – 25 meter).
Tingkat kemiringan beraneka ragam yaitu : tanah datar 8,98%, tanah landai 51,41%, selebihnya adalah tanah terjal yaitu sekitar 23,9%. Keadaan topografi yang demikian menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Buleleng sebagian besar merupakan daerah perbukitan, namun ada juga daerah pegunungan yang membelah / membagi dua bagian (Bali Utara dan Bali Selatan), yaitu yang tertinggi adalah gunung Lesong dan yang terendah adalah gunung Prapat Agung.
Sungai-sungainya berjumlah ± 56 buah sungai dan diantaranya ada beberapa yang mengalir hanya musim hujan saja.
Curah hujan rata-rata untuk Kabupaten Buleleng adalah 1.580 mm / th.
Geologi untuk daerah Kabupaten Buleleng dari yang tertua adalah Formasi Sorga yang terdiri dari tufa, napal dan batu pasir yang terbentuk pada periode Tersier. Batuan Gunung api Pulaki yang terdiri dari lava dan breksi yang berumur Tersier dan endapan yang menutupi gunung api Pulaki tersebut adalah endapan aluvium yang terdapat di sepanjang pantai utara Kabupaten Buleleng mulai dari Tanjung Pulaki hingga Temukus.
Formasi Prapat Agung yang terdapat di daerah Gunung Prapat Agung, Bali Utara, yang teridiri dari batu pasir dan napal. Batuan ini juga berumur Tersier.
Pada bagian tengah daerah pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Jembrana adalah batuan Gunung Api Jembrana yang batuannya terdiri dari lava, breksi, tufa yang berasal dari erupsi Gunung Kelatakan, Gunung Merbuk dan Gunung Patas yang berumur Kwarter Bawah.
Formasi Asah yang terbentuk dari lava, breksi, tufa batu apung dengan sisipan / isian rekahan bersifat gamping dijumpai di sekitar Desa Tigawasa dan sebagian dijumpai di Desa Bungkulan, Bukti, sampai Julah. Formasi ini sudah terbentuk pada Pliosen. Tufa dan endapan Lahar Buyan Bratan – Batur Purba di Desa Cempaga, Munduk dan beberapa daerah di Kecamatan Tejakula.
Sementara batuan lainnya adalah Tufa dan Endapan Lahar Buyan – Bratan dan Batur yang berumur Kwarter serta penyebarannya cukup luas, yaitu desa Tunju, Sukasada, Tamblang, Kembang Sari, hingga Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kab. Buleleng di Bali Utara.
Pemanfaatan air bawah tanahnya masih cukup banyak terutama untuk hotel, restaurant yang berada di daerah Lovina dan Banjar yaitu daerah pariwisata yang sampai saat ini masih dikunjungi oleh tamu dari manca negara dan daerah Grokgak, Celukan Bawang, Air Sanih. Di samping itu ada serangkaian sumur-sumur bor yang keberadaannya untuk membantu irigasi pertanian seperti di daerah Bali Utara bagian Timur seperti Julah, Bondalem, Tejakula, Sambirenteng, Penuktukan, Les, Tembok dll dan untuk daerah timur di Tianyar dan Kubu, Kecamatan Kubu. Pemanfaatan air bawah tanah di daerah-daerah tersebut diperlukan pengelolaan yang baik, agar tidak terjadi kerusakan lingkungan seperti pencemaran air bawah tanah dll.
|
|
 |
 |
 |
|
|